Rss Feed
  1. Kisah Si Kusing

    Kamis, 01 Desember 2011











    Kala itu ku dilahirkan, 13 Oktober 2008 aku bersama dengan keempat saudaraku lahir di dunia ini. Dunia yang begitu indah untuk beberapa makhluk namun begitu tak adil bagi makhluk lainnya.

    Saat itu majikanku begitu senang tatkala ku dilahirkan, begitu pun aku merasa beruntung mendapat majikan yang menyayangiku. Impian indah kan hidup bahagia bersama para saudara dan ibuku beserta majikan yang begitu baik hati terbesit dalam benakku.
    Namun, suatu ketika beberapa bulan setelah kami dilahirkan, tanpa perasaan dan pertimbangan akan nasib kami dengan teganya ketiga saudari dan ibuku dibuang oleh majikanku hanya satu alasan mereka melakukan hal sekejam itu, hanya karena saudari dan ibuku betina.

    Apakah emansipasi wanita juga tak berlaku pada ras kami? Mereka tega membuang ibu dan saudariku tanpa berpikir akankah mereka mendapat makanan diluar sana? Mereka hanya memikirkan kami bisa hidup diluar sana dengan mudah, dengan mencuri ikan atau memburu hewan pengerat tak berdosa menjijikkan bernama tikus.

    Tapi mereka tak berpikir bahagiakah kami? Mungkin mereka pikir hari gini untuk apa memikirkan perasaan kucing. Mungkin mereka berpikir akan ditertawakan orang lain apabila memikirkan nasib kucing yang telah mereka buang. Mungkin akan dianggap orang gila apabila mereka para majikan melakukan hal itu. Untuk apa mereka pikir. Tak ada untungnya mereka pikir. Mereka berpikir, kita hanya menghabiskan uang untuk makanan si kucing. Mereka berpikir itu kucing hanya kucing, kucing, tak lebih dari itu, hanya hewan berbulu pemakan ikan yang mengeong atau anggapan lain para majikan tentang kucing mereka.


    Itu semua salah. Apabila kami dirawat dan benar benar disayang kami lebih dari itu. Kami bisa menjadi sahabat bagi kalian para majikan. Kami selalu ada tanpa perlu pulsa seperti kalian curhat pada para sahabat kalian via telepon. Kami ada untuk kalian meski kami tak bisa bicara bahasa kalian. Kami tau yang kalian rasakan apabila kalian benar benar ceritakan masalah kalian pada kami. Kami mendengar keluh kesah kalian. Kami tau dan mengerti karena kami punya perasaan.

    Pada kisahku setelah kejadian pembuangan ibu dan saudariku aku mulai bisa menerima keadaan dan mungkin aku merasa beruntung dilahirkan jantan. Setidaknya aku tak kedinginan atau kelaparan di luar sana.

    Disini aku dan satu saudaraku yang sama sama jantan dirawat, dimandikan, bulu kami disisir, makanan kami pun lebih dari cukup. Majikan kami juga senang bermain dengan kami. Kami diberi kalung sebagai tanda kami milik majikan kami. Betapa senangnya aku.
    Tapi tak lama kesenangan itu perlahan pergi saat majikan kami pergi ke luar kota untuk waktu yang cukup lama. Kami dititipkan pada seorang wanita yang bekerja di rumah majikan kami. Kadang dia seenaknya memberi makan kami. Kadang pula seharian kami tak diberi makan karena kelalaiannya.

    Alhasil saat majikan kami kembali pulang aku sakit. Majikan kami menanyai wanita yang diamanatkan untuk merawat kami selama majikan kami pergi namun dia tak mengaku bahwa telah asal merawat kami.

    Esoknya hal paling menyedihkan terjadi padaku. Aku dibuang sama seperti saudari dan ibuku dahulu. Mereka seenaknya memperlakukan aku dan rasku. Mereka pikir kami tak punya perasaan atas ketidakadilan ini. Kenapa kami harus dibuang hanya karena gender atau faktor lain? Atau kenapa ada yang tinggal dan ada yang harus dibuang? Kenapa tak semuanya saja tinggal? Atau semuanya dibuang? Kenapa bukan saudaraku yang dibuang kenapa harus aku yang dibuang? Kenapa kami harus dipisahkan? Kenapa aku yang bernasib malang? Kenapa?

    Padahal awalnya kalian begitu senang saat aku lahir. Padahal kalian begitu bahagia saat kita bermain bersama. Tapi kenapa? Kenapa? Kenapa kalian begitu tega? Kenapa!!!!
    Pada akhirnya aku tau bahwa kalian tak sungguh sungguh menyayangi kami. Kalian hanya senang saat awal kami ada namun lama terlalu lama waktu berjalan saat kalian mulai bosan kalian tinggalkan kami. Kalian buang kami. Kalian tak mengerti. Kalian hanya mengerti diri kalian dan semua keegoisan yang kalian miliki.

    komen : BUTUH EDITAN #LAGI 


  2. 0 komentar:

    Posting Komentar